Artikel :: Charitas Hospital KM 7

 

Artikel

5 Langkah Mencegah Penyakit Jantung

04 Desember 2012 08:12:00 WIB
 

Meski masih muda, tak ada salahnya para wanita membaca tulisan ini sebagai persiapan bisa saatnya memasuki masa menopause. Setelah menopause, wanita menjadi lebih rentan diserang oleh penyakit jantung. Kenyataannya, sebagian besar wanita meninggal karena penyakit jantung dan penyakit kardiovaskular.

Untuk mencegah hal tersebut, Sunita Pathania, seorang ahli diet dan diabetes dari Healthy Living Diet Clinic menyarankan beberapa hal, seperti dilansir Health Me Up berikut ini:

Berhenti merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko penyakit sebesar dua kali lipat. Selain itu, merokok juga dapat membahayakan orang-orang di sekitar Anda yang menjadi perokok pasif. Jika Anda bukan seorang perokok, lebih baik menjauh dari lingkungan berasap, karena merokok pasif juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Menjaga berat badan

Usia wanita sering dikaitkan dengan penambahan berat badan dan obesitas. Obesitas menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung. Untuk itu, Anda harus menjaga berat badan dalam batas normal. Hindari makanan berlemak atau makanan cepat saji.

Olahraga.

Untuk menjaga jantung agar tetap sehat dan aktif, yang Anda butuhkan adalah olahraga secara teratur. Setidaknya lakukan 30 menit olahraga setiap hari. Olahraga teratur juga membantu memompa darah ke seluruh tubuh lebih efisien dan mengurangi risiko penyakit lain seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, dan stres. Olahraga juga membantu menjaga kadar gula dalam darah.

Makanan bergizi.

Selain menjaga berat badan, cermati makanan yang Anda konsumsi. Lakukan diet kaya serat dan rendah lemak. Makanlah lebih banyak sayuran hijau, buah segar, kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan.

Pemeriksaan kesehatan rutin.

Untuk mencegah masalah kesehatan, lakukan pemeriksaan medis secara rutin. Penyakit seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung. Semakin cepat gejala suatu penyakit diketahui, semakin cepat penanganannya.

Sumber: intisari-online.com, 3 November 2012

Editor: Juandi J.K.

img
17 Apr2020

Apa itu Hemofilia?