Artikel :: Charitas Hospital Kenten

 

Artikel

Kolesterol

18 Desember 2014 08:59:00 WIB
 

Bila kita mengkonsumsi makanan berlemak, maka didalam usus makanan akan diubah menjadi kolesterol. Kemudian kolesterol diserap oleh usus dan masuk peredaran darah untuk berbagai keperluan.

Kolesterol oleh tubuh digunakan sebagai :Bahan pembentukan vitamin D di kulit,

Bahan pembentukan hormon kelenjar adrenal (kortisol, epinephrin,dan lain-lain),hormon kelenjar kelamin (estrogen, progesteron dan testoteron) Sebagai bahan baku pembentukan dinding sel.

Bila kebutuhan sudah tercukupi, kolesterol akan di simpan di tempat penyimpanan kolesterol. Organ tubuh penyimpan kolesterol utama adalah jaringan lemak dan hati. Sebagian kolesterol oleh hati akan diubah manjadi asam empedu dan dibuang melalui tinja.

Hiperkolesterolemia adalah peningkatan kadar kolesterol dalam darah terjadi apabila faktor pembentukan kolesterol ( baik dari makanan luar maupun dari pembentukan di hati) lebih besar dibandingkan faktor penggunaan, pembuangan dan penyimpanan.

Lemak dibutuhkan di dalam sel, dimana sifat lemak itu tidak dapat larut dalam plasma darah. Agar dapat dikirimkan ke sel, perlu berikatan dengan protein. Ikatan itu disebut lipoprotein (kendaraan pengangkut kolesterol dan trigliserid).

Ada beberapa jenis lipoprotein, tetapi yang sering digunakan sebagai pengangkut kolesterol adalah Low Density Lipoprotein (LDL) dan High Density Lipoprotein (HDL). LDL berfungsi mengangkut kolesterol ke tempat yang membutuhkan. LDL merupakan jenis kolesterol yang bersifat aterosklerotik. Semakin tinggi semakin besar resikonya untuk menumpuk di dinding pembuluh darah.

Sebaliknya HDL merupakan jenis pengangkut kolesterol yang baik karena dapat menyapu kolesterol yang berada di dinding. Oleh HDL kolesterol akan di bawa ke hati untuk diolah dan di rubah menjadi garam empedu.

Apa sajakah sumber Kolesterol ?

Kolesterol selain di produksi dengan sendirinya oleh tubuh (terutama didalam hati) juga diperolah dari makanan yang kita konsumsi setiap harinya.

Ada dua jenis makanan berlemak yang mengandung kolesterol :

Lemak jenuh : Lemak ini menjadi padat pada suhu kamar, seperti yang terdapat pada lemak hewani (daging, jeroan, hati, otak kuning telur, udang, kerang, mentega,susu dan minyak kelapa). Semakin banyak kita mengkonsumsi lemak jenuh maka kadar kolesterol dalam darah akan meningkat. Singkatnya jenis makanan yang mengandung lemak jenuh kurang menguntungkan.

Lemak tidak jenuh : Lemak ini tidak menjadi padat pada suhu kamar, seperti yang terdapat pada minyak bunga matahari, minyak jagung dan minyak ikan. Meskipun kita mengkonsumsi lemak tidak jenuh maka kolesterol tidak meningkat dan tetap stabil. Hal ini dibuktikan rendahnya kasus penyakit jantung orang Eskimo atau orang Jepang yang senang mengkonsumsi bermacam ikan laut yang banyak mengandung lemak tidak jenuh. Berbeda dengan pola hidup orang Barat yang banyak mengkonsumsi lemak jenuh, penyakit jantung menjadi pembunuh nomor satu.

Apakah Dislipidemia dan Aterosklerosis ?

Semakin tinggi kadar kolesterol semakin besar resikonya terkena serangan jantung. Kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya aterosklerosis. Aterosklerosis adalah suatu kondisi dimana kolesterol menumpuk di dinding pembuluh darah arteri. Penumpukan kolesterol di dinding pembuluh darah tidak semata – mata tergantung pada faktor LDL saja. Tetapi juga tergantung kadar kolseterol HDL, kolesterol total dan trigliserid. Kelainan dimana dijumpai peningkatana kadar kolseterol total, kolesterol LDL dan trigliserid serta penurunan kadar HDL disebut dengan dislipidemia. Artinya bila terjadi dislipidemia, resiko terbentuknya aterosklerosis makin besar.

Faktor – faktor yang mempermudah pembentukan aterosklerosis yaitu :

Peninggian kolesterol Seseorang yang memilki faktor resiko seperti menderita diabetes mellitus, hipertensi, riwayat keluarga menderita penyakit jantung, obat kontrasepsi, perokok, usia > 45 tahun bagi lelaki dan > 55 tahun bagi wanita dan kurang aktivitas serta olahraga.

Dinding pembuluh darah arteri dapat digambarkan sebagai pipa dengan permukaan dinding yang halus dan licin. Semua unsur sel dalam darah (sel darah merah, keping darah / trombosis) tidak akan dapat menempel di dinding pembuluh darah. Pembentukan aterosklerosis diawali dengan rusaknya dinding pembuluh darah. Kerusakan dapat terjadi akibat faktor : hipertensi, rokok, diabetes melitus dan zat –zat lainnya. Setelah dindingnya rusak maka kolesterol yang dibawa LDL terperangkap di dalam dinding pembuluh darah. Semakin lama akan semakin menebal dan akhirnya aterosklerosis dapat menutup hampir semua permukaan pembuluh darah.

Apakah akibat dari Aterosklerosis ?

Pembentukan aterosklerosis tidak terjadi begitu saja. Proses tersebut membutuhkan waktu bertahun – tahun, bahkan selagi usia masih muda proses aterosklerosis sudah di mulai. Bagaimana efek buruk aterosklerosis tergantung dimana terjadinya aterosklerosis. Apabila aterosklerosis terjadi di pembuluh koroner, resiko serangan jantung atau yang kita kenal sebagai Penyakit Jantung Koroner (PJK), bila terjadi aterosklerosis di pembuluh darah otak maka dapat timbul serangan Stroke sedangkan bila aterosklerosis telah menutup jalan darah di kaki maka dapat terjadi pembusukan kaki (gangren).

 Apakah faktor – faktor resiko yang menyebabkan timbulnya hiperkolesterolemia terhadap penyakit jantung / stroke ?

Peningkatan kadar kolesterol LDL Memiliki tekanan darah > 140 / 90 mmHG Kebiasaan merokok Kolesterol HDL < 40 mg / dl (menurun) Diabetes mellitus Memiliki riwayat serangan jantung Berusia > 45 tahun untuk pria dan > 55 tahun bagi wanita.

 Pada keadaan diatas maka kadar koleterol LDL harus diturunkan < 130 mg /dl dengan berbagai upaya.

 Bagaimana sasaran ideal kadar Koleseterol ?

Menyadari kolesterol merupakan salah satu actor penting yanag mendasari penyakit jantung dan stroke maka berdasarkan National Cholesterol Education Program (NCEP), NECP (2001) merekomendasikan untuk menurunkan kadar kolesterol sebagai berikut :

Klasifikasi Kadar Lemak Darah

Jenis lemak

Kadar dalam darah

(mg/dl)

Keterangan

Kolesterol total

< 200

200 – 239

>240

Yang diinginkan

Batas tinggi

Tinggi

Kolesterol LDL

< 100

100 – 129

130 – 159

160 – 189

>190

Optimal (target ideal)

Mendekati optimal

Batas tinggi

Tinggi

Sangat tinggi

Kolesterol HDL

< 40

< 60

Rendah

Tinggi (target ideal)

Trigliserid

< 150

150 -199

200 – 499

>500

Normal

Batas tinggi

Tinggi

Sangat tinggi

 

 

Bagaimanakah upaya menurunkan kadar kolesterol ?

Tujuan penatalaksanaan gangguan metabolism lemak atau dislipidemia adalah mencapai kadar ideal dari kolesterol total, LDL, HDL dan trigliserid sebagaimana tercantum pada tabel. Ada beberapa hal yang harus ditempuh untuk mencapai kadar tersebut :

Pertama : Anda harus merubah gaya hidup seperti : menghindari rokok, menurunkan BB sampai ideal, berhenti minum-minuman beralkohol, meningkatkan kegiatan olah raga dan mengatur pola makan.

Bagi anda yang memiliki kadar koleterol total dan LDL tinggi sebaiknya mengurangi asupan lemak total dan lemak jenuh dan meningkatkan asupan lemak tidak jenuh. Pada pasien dengan kadar trigliserid tinggi asupan karbohidrat, actor dan lemak total harus dikurangi.

Kedua : Bila upaya tersebut gagal menurunkan kadar kolesterol sebaiknya anda menghubungi dokter. Dokter anda akan menetapkan beberapa actor resiko yang anda miliki sehingga sebagai pertimbangan perlu atau tidak menggunkan obat penurun lemak.

Pada saat ini sudah dipasarkan beberapa jenis obat penurun lemak (obat hipolipidemik) yaitu golongan statin, resin, fibrat, asam nikotinat dan ezetimibe. Dokter akan memilihkan obat mana yanag akana digunakan secara tepat.

  Golongan statin sangat bermanfaat :

- Untuk menurunkan kolesterol LDL (menurunkan antara 18 -55 %),

- Meningkatkan kolesterolHDL (5-15%)

- Menurunkan trigliserid (7-30%)

 Golongan fibrat memilki manfaat :

- Lebih kuat dalm menurunkan trigliserid (20-0%)

- Menurunkan LDL (5-25%)

- Meningkatkan kolesterol HDL 10 – 20 %.

Sebelum anda mulai mengkonsumsi obat penurun lemak, sebaiknya anda harus mengetahui efek samping, dosis obat dan kapan waktu minumnya.

 

img
07 Jan2023

Pencapaian Mutu RS