Berita :: Charitas Hospital

 

Berita

CHARITAS GROUP BERKOMITMEN Membangun Sistem Manajemen Risiko TERINTEGRASI dalam Rangka Peningkatan Mutu di layanan Klinis dan Non-Klinis

04 Januari 2023 15:41:09 WIB
 

Fasilitas Pelayanan Kesehatan merupakan organisasi yang sangat kompleks yang memiliki beragam risiko. Dalam mengantisipasi risiko-risiko tersebut, diperlukan suatu pendekatan secara proaktif dan terintegratif untuk mengelola risiko yang terjadi.


Pendekatan manajemen risiko merupakan suatu strategi yang dilakukan oleh Pimpinan/ Manajemen Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk mengidentifikasi kejadian potensial yang dapat mempengaruhi institusi dan pencapaian tujuan institusi. Kegiatannya berupa identifikasi dan evaluasi untuk mengurangi risiko cidera dan kerugian pada pasien, karyawan rumah sakit, pengunjung dan organisasinya sendiri.


Dalam UU RS No 44 Tahun 2009 tentang Rumah sakit dikatakan bahwa organisasi wajib memiliki Fasilitas dan Sistem Pengelolaan Sarana dan Prasarana yang aman. Dengan melakukan asesmen risiko secara proaktif, rumah sakit dapat mencegah bahaya/hazard yang terjadi dengan melakukan Kontrol, Mitigasi dan Reduksi risiko yang nantinya akan meningkatkan keamanan dan keselamatan bagi semua pengguna rumah sakit.

Dalam PMK 25 tahun 2019 tentang Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi Di Lingkungan Kementerian Kesehatan dijelaskan bahwa dalam melakukan antisipasi terhadap kondisi ketidakpastian dimasa akan datang, Organisasi dituntut untuk dapat mengelola risiko yang ada secara terintegrasi. Manajemen risiko merupakan cara pendekatan yang tepat untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi dan mengendalikan risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan dan sasaran Organisasi.


Dalam PMK 1128 tahun 2022 tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit, dijelaskan bahwa Rumah sakit perlu menerapkan manajemen risiko dan rencana penanganan risiko untuk memitigasi dan mengurangi risiko bahaya yang ada atau mungkin terjadi. Beberapa kategori risiko yang harus diidentifikasi meliputi namun tidak terbatas pada risiko: Operasional; risiko yang terjadi saat rumah sakit memberikan pelayanan kepada pasien baik klinis maupun non klinis, Risiko keuangan; Risiko reputasi (citra rumah sakit yang dirasakan oleh masyarakat); Risiko strategis (terkait dengan rencana strategis termasuk tujuan strategis rumah sakit); dan Risiko kepatuhan terhadap hukum dan regulasi.


Dilatarbelakangi hal tersebut di atas, Charitas Group mengadakan pelatihan Manajemen Risiko Terintegrasi yang di Fasilitasi oleh Ibu  dr. Arjaty Daud, MARS, FISQua, CERG, QRGP. Pelatihan diikuti oleh 6 RS dan 5 klinik. Dalam kesempatan tersebut dr. Paulus S. Sugiarto, SpB, M.Kes, FICS selaku Direktur Eksekutif Charitas Group menekankan pentingnya penerapan manajemen risiko secara terintegrasi untuk mempersiapkan perusahaan menghadapi kondisi “ketidakpastian” yang menyebabkan kerugian bagi perusahaan.

Pada pelatihan tersebut Ibu  dr. Arjaty Daud, MARS, FISQua, CERG, QRGP menyampaikan materi antara lain:
a.    Struktur dan Program Manajemen Risiko di Rumah Sakit/Klinik
b.    Assessment manajemen risiko di Rumah Sakit/Klinik
c.    Identifikasi dan Analisa risiko di Rumah Sakit/Klinik
d.    Pencegahan Kerugian / Loss Prevention
e.    Risiko Keuangan / Risk Financing
f.    Pengelolaan Klaim / Claim Management
g.    Cara menganalisa risiko dengan metode FMEA
h.    Pembuatan program dan pelaporan manajemen risiko
Pada akhir acara pelatihan tersebut ditutup dengan acara penandatanganan komitmen bersama dalam menjalankan Manajemen risiko di masing-masing Rumah Sakit/Klinik yang ada dibawah naungan Charitas Group