Berita :: Charitas Hospital

 

Berita

Charitas Group Bersyukur dan Mempesona dalam Kasih di Usia 5 Tahun

15 Juli 2022 15:16:09 WIB
 

Charitas Group menyelenggarkan hari ulang tahun ke-5 (9/11) di Ballroom Charitas Hospital Palembang. Acara ulang tahun kali ini berbeda dari tahun sebelumnya dengan hadirnya Pater Norbert M. Schnell yang sekaligus merayakan Hidup Imamat ke 27. Pater Norbert M. Schnell adalah salah satu orang yang memiliki pengaruh besar atas karya kesehatan suster-suster Kongregasi FCh.
 

Perayaan ulang tahun Charitas Group dengan tema “Kasih Pesona Charitas” ini dibuka dengan misa kudus yang dipimpin langsung oleh Romo Dr. C. B. Kusmaryanto SCJ. Dalam Homili romo , yang juga sekaligus kepala Governing Board (GB) ini  mengajak anak muda yang ada pada Charitas Group untuk maju lebih baik dari pada yang tua.
 “Yang muda harus lebih baik dari pada yang tua,” pesan beliau.

Dengan pesan ini beliau menginginkan sebuah kemajuan dan perkembangan dari setiap tahunnya dari Charitas Group.

Selain itu, romo yang berasal dari kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus ini juga bercerita bagaimana dulu Charitas Group berdiri. Bagaimana awalnya pendiri Charitas Group melakukan rapat dari pagi hingga malam bahkan hingga sampai 12-15 jam dalam sehari. Diakhir homili romo yang akrab dipanggil Romo Kus ini mengajak semua pimpinan dan pegawai Charitas Group untuk bersyukur besama atas kemajuan yang lebih baik dalam 5 tahun ini, dan juga tentu karena adanya karunia dari Allah.
“Kinerja selama 5 tahun ini sudah membaik, dan karena Allah ikut bekerja. Makanya kita harus bersyukur.” Ujar beliau.

 

Sr. M Paskalia, FCh selaku ketua Yayasan Charitas ikut memberi sambutan dalam acara ini. Beliau menjelaskan bagaimana Charitas Group dibentuk untuk tiga tujuan dasar, yaitu pertama meningkatkan kinerja. Kedua, memaksimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) terkhusus SDM suster dan ketiga meningkatkan kejasama yang baik.


Terakhir suster yang bergabung dalam suster-suster Charitas ini mengajak bersama untuk meneruskan cita-cita dari pendahulu yang telah berjuang.
“Mari kita sevisi, sehati, sepikir untuk boleh mengembangkan karya yang sudah dipercayakan kita saat ini. Kita maju terus untuk mencapai yang diidam-idamkan oleh pendahulu kita yaitu tetap melayani dengan penuh kasih,” pesannya.

 

Sama halnya denga Sr. M. Paskalia, Pembina Yayasan Charitas yakni Sr. M. Hendrika, FCh juga mengajak untuk bersama bersyukur dengan apa yang sudah dilalui bersama terutama bersyukur karena adanya Rahmat Tuhan.
“Kita bersyukur karena karya Tuhan yang agung dari waktu ke waktu. Karya suster selalu dikenal bukan hebatnya suster tapi karena kasihnya yang besar. Saya sangat terkesan dengan tema kasih adalah pesona charitas kita semua yang dipanggil dihimpun di tempat ini bukan karena yang lain tapi karena charitas dan kasih,” ajaknya.


Terakhir suster yang bergabung dengan suster-suster Charitas ini mengingatkan pentingnya Kasih. Menurutnya kasih adalah Kasih adalah satu-satunya nya jalan untuk merengkuh semua orang dan mendekatkan pribadi antar pribadi.

Sejalan dengan itu Pater Norbert M. Schnell  yang juga memberikan sambutan juga menegaskan bagaimana Cinta dan Charitas adalah pusat dari Injil sendiri.

And the center of the Gospel, there is love, charitas. And that’s what I’ve learned in the last years. To be a sign of God’s love – pusat dari Injil adalah cinta, charitas. Dan ini yang saya belajar selama beberapa tahun lalu. Menjadi tanda dari kasih Allah,” ujarnya.

Tidak habis sampai di situ, Imam yang berasal dari Negeri Belanda ini juga menceritakan kondisi gereja saat ini di Belanda, yang hampir 70% dari umatnya sudah tidak lagi percaya akan Allah. Bahkan kebanyakan dari mereka adalah orang muda. Imam yang sudah memasuki 27 tahun imamatnya ini juga mengatakan bahwa ketika melihat ke belakang dengan jujur dan secara nyata Gereja di Belanda tidak dapat membangun gereja.

Namun, dengan tegas Imam yang sangat memiliki pengaruh dengan karya-karya Suster Charitas ini mengajak bersama untuk mendengarkan ajakan dari Paus Fransiskus untuk membudaya kelembutan, kebaikan, dan kasih.

Acara ini tidak habis sampai sambutan dari Pimpinan-pimpinan Yayasan Charitas, tetapi juga masih dimeriahkan oleh beberapa acara hiburan. Seperti Charitas Hospital Belitang yang mempersembahkan Tari Kreasi Nusantara dan juga Tari Tepak khas Palembang. Beberapa direksi dan karyawan Charitas Group pun ikut memeriahkan dengan menyumbangkan beberapa lagu yang membuat suasana semakin meriah dan penuh dengan kebersamaan.
 

Acara ini pun ditutup dengan adanya pembagian hadiah yang telah diadakan oleh Charitas group sebelum acara puncak ulang tahun pada tanggal 9/7 lalu. Perlombaan yang diadakan adalah Green Hospital dan 5R, Layanan Kasih, Fotografi Layanan Kasih, Kaizen, The Best Leader dan juga The Best Frontliner. Perlombaan ini sendri diperlombakan untuk antar unit karya yang ada di dalam Charitas Group. Tujuannya sendiri untuk bersama meningkatkan pelayanan dan kemajuan yang ada pada Charitas Group.