Berita :: Charitas Hospital Arga Makmur

 

Berita

SIMULASI CODE BLUE SYSTEM

13 Agustus 2019 13:13:25 WIB
 

 

Kejadian henti jantung dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, tidak terbatas kepada pasien, tetapi dapat terjadi pada keluarga pasien, bahkan karyawan rumah sakit. Kebijakan rumah sakit dalam penanganan korban dengan henti jantung tidak terbatas hanya pada respon terhadap korban  dengan henti jantung tetapi juga meliputi strategi pencegahan yang melibatkan seluruh komponen rumah sakit. .

Simulasi Code Blue System yang diselngarakan di RS Hana Charitas ( Charitas Hospital Arga Makmur),  diharapkan tidak hanya menyiapkan seluruh komponen rumah sakit (medis maupun non medis) untuk memiliki keterampilan dalam melakukan resusitasi jantung dan paru dengan kualitas yang tinggi, tetapi juga memberikan rekomendasi dan pendampingan rumah sakit untuk terbentuknya  Code Blue System yang optimal.

Untuk meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kegawat daruratan serta memberikan rasa aman di Rumah Sakit Hana Charitas ( Charitas Hospital Arga Makmur) perlu peningkatan dan pengembangan ilmu kegawat daruratan, oleh karena itu Rumah Sakit Hana Charitas (Charitas Hospital Arga Makmur) menyelenggarakan simulasi Code Blue System .

Simulasi CODE BLUE SYSTEM” ( Aktivasi emergency dan  resusitasi kegawatan medis dan  henti jantung di rumah sakit) bertujuan untuk.

  1. Memberikan rasa aman pada pasien, pengunjung serta seluruh setaf Rumah Sakit Hana Charitas (Charitas Hospital Arga Makmur).
  2. Mencegah dan mengurangi angka mortalitas ( kematian )
  3. Membentuk kemandirian rumah sakit dalam hal pengembangan, maintenance dan evaluasi activasi Code blue system rumah sakit.
  4. Peserta simulasi mampu berperan aktif sebagai bagian dari sistem resusitasi pasien kritis di rumah sakit.
  5. Peserta simulasi mampu melakukan tindakan bantuan hidup dasar maupun bantuan hidup lanjut dengan kualitas tinggi sesuai rekomendasi terbaru baik pada pasien anak maupun dewasa
  6. Peserta simulasi mampu melakukan komunikasi dan kerjasama tim yang baik pada tindakan resusitasi jantung paru baik sebagai anggota tim maupun sebagai leader tim.

Adapun peserta pelatihan yang terlibat.

  1. Tim Code Blue Rumah Sakit Hana Charitas (Charitas Hospital Arga Makmur).
  1. dr. Antonius Yulianto Prabowo
  2. Lamhot Siringoringo. SST
  3. Sodik Fituloh. Amd, Kep
  1. Petugas medis lain ( perawat bangsal)

Wenti apriani Amd. Kep

  1. Petugas non medis
  1. Andreas novian eko prihantoro
  2. Yuniarti karubi
  3. Lismawati
  4. Firman abdilah
  5. Dorma munte

Metode kegiatan berupa simulasi langsung di lapangan ( area rumah sakit ) dengan tahapan.

  1. Ditemukan korban tidak sadarkan diri di selasar depan ruang tunggu rawat inap Rumah Sakit Hana Charitas (Charitas Hospital Arga Makmur) oleh petugas non medis ( petugas primer).
  2. Kemudian petugas primer melakukan cek respon dengan panggilan verbal dan rangsangan nyeri.
  3. Kemudian setelah korban tidak respon petugas primer pertama memanggil bantuan petugas terdekat sembari menunggu bantuan datang petugas primer pertama melakukan cek nadi dan nafas.
  4. Setelah bantuan datang petugas primer pertama meminta bantuan kepada petugas primer ke 2 untuk menghubungi bagian informasi agar mengaktifkan code blue sistem, sedangkan petugas primer pertama tetap melanjutkan untuk memberikan bantuan hidup dasar (BHD) terhadap korban.
  5. Petugas primer ke 2 menghubungi petugas informasi dengan menggunakan paging sistem ( Handy Talk/HT) yang bertujuan untuk dua kepentingan yaitu menghubungi informasi central guna mengumpulkan tim code blue yang bertugas di unitnya masing-masing, sekaligus tim code blue skunder ( di IGD) merespon untuk memberikan instruksi kepada petugas primer.
  6. Tim code blue bergegas datang dengan membawa peralatan lengkap:
  1. Leader memberikan komando.
  2. Petugas airway & breathing membawa peralatan  airway breathing.
  3. Petugas sircular membawa peralatan sirculasi.
  4. Petugas compresor membawa difibrilator.
  1. Setelah tim code blue tiba dilokasi segera mengambil alih tindakan dengan posisi tugas masing masing sesuai komando dari leader.
  2. Leader meminta informasi dari petugas primer.

Informasi yang di berikan bahwa korban ditemukan tidak sadarkan diri dengan kondisi henti nafas dan henti jantung, serta sudah di berikan bantuan hidup dasar selama kurang dari 5 menit.

  1. Leader melanjutkan komando untuk memberikan bantuan hidup lanjut.
  2. Kemudian leader memberikan keputusan tentang kondisi korban untuk ditransfer ke IGD dengan menginformasikan ke petugas IGD.

PEMERAN SIMULASI CODE BLUE SYSTEM

NO

NAMA

PERAN

1

dr. Antonius Yulianto Prabowo

Leader

2

Lamhot Siringoringo

Airway breathing

3

Sodik Fituloh

Sirkuler

4

Firman Abdilah

Compresor

5

Wenti Apriani

Primer 2

6

Andreas Novian Eko Prihantoro

Korban

7

Yuniarti Karubi

Primer 1

8

Lismawati

Informasi

9

Dorma Munte

Dokumentasi