EECP - :: Charitas Hospital Palembang

 

EECP

Penyakit jantung koroner merupakan penyakit pembunuh nomor satu di dunia. Faktor Resiko terkena penyakit ini adalah orang yang kurang beraktivitas, terlalu gemuk, dan perokok juga pengaruh umur, riwayat keluarga, penyakit diabetes sampai tingkat stres yang tinggi,.

Banyak pengobatan untuk mengatasi penyakit ini, mulai dari pemasangan ring sampai dengan operasi by pass. Bagi penderita sakit jantung koroner yang tidak ingin melalui proses operasi, maka EECP (Enhanced External Counterpulsation) merupakan pilihan terapi yang tepat.

EECP adalah terapi non-invatif (tanpa luka) yang sangat baik bagi penderita jantung koroner dengan gejala nyeri dada, kurang respons terhadap obat-obatan yang diminum, mengalami akitivitas yang terhambat karena nyeri dada dan penderita yang tidak mau dioperasi.

Terapi ECCP dilakukan setiap hari selama satu jam. Lamanya tergantung dari berat ringannya kasus. Jika kasusnya ringan, diperlukan 36 jam (satu bulan) terapi dan jika kasusnya berat, membutuhkan waktu yang lebih lama yaitu sekitar 108 jam (tiga bulan). Setelah terapi, pasien memerlukan kontrol setidaknya sebulan sekali untuk memonitor kondisi lebar pembuluh darahnya. Jika terjadi penyempitan maka diperlukan terapi lagi.

Cara kerja terapi EECP adalah memberikan efek meningkatkan perfusi otot jantung dan mengurangi beban kerja jantung pada penderita jantung koroner. Selain itu, terapi EECP mempunyai efek memperbaiki sel-sel dinding pembuluh darah, merangsang pembentukan pembuluh darah kolateral jantung, meningkatkan fungsi ventrikel kiri serta menyebabkan efek fisiologi training effect seperti saat melakukan olahraga.

Pelaksanaan treatment ini biasanya membutuhkan 35 jam penanganan yang diterapkan 1-2 jam/hari dan bisa dilakukan secara rawat jalan. Namun pasien penyakit yang agak parah sebaiknya mendapatkan penanganan di RS.

Penanganan berlangsung tanpa rasa sakit. Pasien bahkan dapat terlelap saat menjalani terapi saat merasakan getaran-getaran lembut. Pelaksanaan treatment diawali dengan pasien berbaring di atas tempat tidur yang nyaman. Tim medis melekatkan peralatan pada tubuh pasien. Selanjutnya proses penanganan berlangsung layaknya pasien tengah dimassage .