Klinik Obesitas - :: Charitas Hospital Palembang

 

Klinik Obesitas

Obesitas merupakan suatu gangguan yang sangat kompleks, meliputi kombinasi antara faktor genetik, neurobiologi, lingkungan dan psikososial. Berdasarkan data dari WHO (2014) sekitar 39 % atau 1,9 milyar dan 600 juta diantaranya mengalami obesitas. WHO juga menggolongkan obesitas sebagai penyakit, jumlahnya yang terus meningkat di dunia menjadi masalah kesehatan karena obesitas ini menjadi faktor risiko bagi morbiditas dan kematian akibat penyakit kardiovaskular, stroke dan diabetes mellitus. Jika tidak dikendalikan dengan baik,obesitas merupakan risiko untuk terjadinya berbagai kelainan diantaranya : diabetes melitus tipe 2, toleransi glukosa terganggu, hiperinsulinemia, dislipidemia, hipertensi, penyakit kardiovaskular,sleepapnea, batu saluran empedu, osteoartritis, gangguan kesuburan dan keganasan tertentu.

Berdasarkan data di Indonesia Riskesdas (2010 – 2013) angka obesitas pria pada 2010 sekitar 15% - 20%. Sedangkan pada Wanita persentasenya dari 26% sampai dengan 35%. Penyebab terjadinya obesitas secara umum adalah : kurangnya aktivitas fisik, intake kalori/makanan berlebihan, faktor genetik (satu orang tua gemuk 40% anaknya akan gemuk, jika kedua orang tua gemuk anaknya akan mewarisi genetik obesitas 80%), perubahan metabolisme tubuh (setelah memasuki usia 40 tahun atau pada ibu-ibu menjelang menopause terjadi penurunan metabolisme tubuh, sementara aktivitas fisik biasanya menurun, hal ini menyebabkan BB cenderung meningkat), penyakit-penyakit tertentu (overaktif kelenjar adrenal, hypogonadism dan tumor hipotalamus), efek hormonal (leptin yang rendah menyebabkan nafsu makan meningkat), psikologis (stres menyebabkan hormon kortisol meningkat, hal tersebut sebagian orang akan terjadi peningkatan nafsu makan). Untuk mengatasi obesitas dapat dilakukan dengan cara: mengatur pola makan yang sesuai (diet), aktivitas fisik (olahraga), obat-obatan, akupunktur dan pembedahan.

Klinik Obesitas yaitu klinik terintegrasi yang mempersatukan berbagai pelayanan kesehatan seperti gizi, program latihan (olahraga), akupuntur, intervensi psikososial, serta support group.

Klinik Obesitas melibatkan multidisipliner secara terpadu dan terkoordinir yaitu: 

Dokter umum Spesialis Gizi Klinik dan Nutrisionist Spesialis Kedokteran Olahraga Internist/ cardiologist Dokter spesialis akupuntur / dokter bersertifikasi akupuntur Psikolog Psikiater

layanan yang meliputi :

1. ASESMEN/ PENILAIAN KLINIS PASIEN

oleh seorang dokter umum dengan tujuan untuk mencari informasi tentang kondisi pasien baik melalui anamnese, pemeriksaan fisik, maupun pemeriksaan penunjang untuk menentukan keputusan yang akan diambil dalam pemberian layanan obesitas kepada pasien.

2. INFORMASI DAN EDUKASI

Pemberian informasi serta edukasi kepada pasien obesitas dilakukan dengan tujuan agar mereka mampu menurunkan berat badan secara aman, sehat dan mandiri. Informasi dan edukasi diberikan dengan menggunakan alat bantu flipchart mengenai obesitas, leaflet serta buku pribadi pasien.

3. LAYANAN GIZI

Layanan tersebut diberikan oleh :

Dokter spesialis Gizi Klinik (1 orang) Ahli Gizi

 Layanan Berupa :

Konsultasi Gizi pemeriksaan status gizi evaluasi program diet dan konseling

Dalam memperoleh hasil dari layanan obesitas keselamatan pasien diperhatikan melalui pemantauan hasil pemerikasaan laboratorium.

4. LAYANAN OLAH RAGA

Layanan tersebut diberikan oleh :

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Perawat Instruktur terlatih

Layanan Berupa :

Penilaian Awal, konsultasi dan edukasi Pemeriksaan kebugaran Pelaksanaan Olahraga dengan pengawasan Dokter dan Perawat pendamping

5. LAYANAN AKUPUNTUR

Layanan tersebut diberikan oleh :

Dokter Spesialis Akupuntur (1 orang)

6. LAYANAN MEDIKAMENTOSA

Layanan tersebut diberikan oleh :Dokter sehingga terjamin keamanan dan ketepatan serta keselamatan Klien

7. LAYANAN HIPNOTHERAPI

Layanan tersebut diberikan oleh :

Psikolog klinis yang bersertifikat Hipnoterapi dengan lisensi IBH (Indonesian Board Hipnotherapy)

8. LAYANAN SUPPORT GROUP

Support group adalah sekelompok orang yang berkumpul secara sukarela dan teratur untuk memenuhi kebutuhan tertentu dan berbagi tentang permasalahan yang sama. Support group merupakan jenis terapi psikologis yang dilakukan dengan sekelompok orang, bukan sesi perorangan, sebagai sumber informal yang berupaya untuk menyediakan komponen penyembuhan untuk berbagai masalah dan tantangan.

 Adapun tujuan dari support group adalah :

Memberikan dukungan emosional dan informasi kepada orang-orang yang memiliki permasalahan yang sama. Para penderita obesitas dapat berhasil untuk mempertahankan pola hidup sehat dan meningkatkan kualitas hidup yang positif dengan bebas dari tanda-tanda atau gejala fisik dari penyakit mental dan dapat berfungsi optimal untuk mengembangkan potensi-potensi dalam dirinya.

 Sedangkan peran dari support group sendiri adalah :

Membantu para penderita obesitas menghadapi kendala dalam proses penurunan berat badan yang sedang dijalankannya. Memberikan kesempatan untuk bagi para peserta untuk membantu orang lain (altruisme), belongingness (perasaan memiliki), universalitas (ada orang lain yang berjuang dengan tantangan dan permasalahan serupa), interpersonal, pembelajaran, bimbingan, katarsis, identifikasi, pemahaman diri, pembangkitan secara berangsur-angsur, dan faktor eksistensial (seperti mencari makna yang lebih besar dalam kehidupan).

Layanan tersebut diberikan oleh : Seorang Psikolog

9. LAYANAN PSIKIATER

 Layanan tersebut diberikan oleh : Psikiater 

Peran psikiater dalam layanan obesitas yaitu :

Memastikan dan menjaga kesehatan mental orang dengan obesitas sehingga mampu untuk beradaptasi dengan perubahan untuk mencapai tubuh yang ideal. Melakukan pemeriksaan klinis psikiatri untuk memastikan adakah penyebab berupa gangguan psikiatri yang melandasi keadaan obesitas Outcome : Psikofarmaka - Psikoterapi

Manfaat layanan ini adalah :

Menjaga perilaku dan pola makan yang dibentuk Mempertahankan pola respon terhadap pikiran-perasaan yang adaptif terkait pola makan. Pemeriksaan: baku emas standar wawancara klinis psikiatrik Penunjang: MINI ICD 10 serta MMPI-2.