Diagnostik Elektromedik - :: Charitas Hospital Palembang

 

Diagnostik Elektromedik

1. Transcranial Doppler (TCD) : TCD bekerja menggunakan gelombang ultrasound dengan prinsip efek Doppler. TCD tidak melihat keadaan hemodinamik pembuluh darah otak atau mengukur kecepatan aliran darah dari cabang-cabang pembuluh darah besar otak pada tulang tengkorak yang utuh.

Kegunaan TCD :

  1. Mendeteksi adanya gangguan aliran pembuluh darah otak karena stenosis, penyumbatan atau emboli.
  2. Memeriksa, mengikuti adanya vasokonstriksi atau sebab apapun terutama pada vasospasm akibat perdarahan subarachnoid.
  3. Menemukan adanya anteriovenous malformations (AVM).
  4. Kasus-kasus yang dicurigai adanya gangguan aliran darah otak seperti pada cedera kepala, cefalgia kronis, migren, vertigo dan TIA.
  5. Membantu menilai resiko terjandinya stroke pada pasien dengan faktor resiko tinggi seperti hipertensi, obesitas, dislipidemia (kolesterol tinggi), diabetes mellitus (kencing manis), perokok, penyakit jantung, dan alkoholisme.

2. Electromiography (EMG) : Untuk mengevaluasi fungsi saraf dan otot dengan cara merekam aktivitas listrik yang dihasilkan oleh otot skeletal. Ini merupakan tes penting yang digunakan untuk mendiagnosis kelainan otot dan saraf.

3. Electroensefalography (EEG) : Sebuah pemeriksaan penunjang yang berbentuk rekaman gelombang elektrik sel saraf yang berada di otak yang memiliki tujuan untuk mengetahui adanya gangguan fisiologi fungsi otak.

4. Electrocardiogram (ECG) : Untuk memeriksa ada tidaknya komplikasi atau kelainan dengan aktifitas kelistrikan jantung. ECG akan menterjemahkan aktifitas kelistrikan jantung kedalam jejak baris yang dapat digunakan oleh dokter untuk mendeteksi abnormalitas detak dan ritme jantung.

5. Treadmill Test : Untuk menentukan seberapa baik jantung bekerja dan merespon stres eksternal dan menangani kegiatan atau pemakaian tenaga yang lebih dari yang biasa digunakan. Jenis tes ini sangat efektif dalam mendeteksi penyakit kardiovaskular dan mengevaluasi risiko atau kemungkinan seseorang terjerumus ke penyakit jantung kronis.

6. Echocardiography : Ekokardiografi adalah sebuah alat yang dapat mengeluarkan gelombang suara ultrasonik ( untuk memindai kondisi jantung, termasuk struktur dan fungsinya. Karena itulah ekokardiografi juga disebut sebagai USG jantung. Namun, ekokardiografi berbeda dengan elektrokardiografi (EKG) atau yang biasa disebut rekam jantung.

7. Audiometry : Peralatan elektronik untuk menguji ketajaman pendengaran, untuk mengukur ambang pendengaran, menghasilkan audiogram (grafik ambang pendengaran untuk masing-masing telinga pada suatu rentang frekuensi).

7. Spirometry : berfunsi untuk menilai status faal/fungsi paru-paru : normal, restriksi, obstruksi, campuran, dan menentukan diagnosis penyakit : asma, penyakit paru obstrukstif kronik (PPOK), dll.

8. Ultrasonography (USG) : Sebuah teknik diagnostik menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, ukuran mereka, struktur, dan luka patologi, membuat teknik ini berguna untuk memeriksa organ. Sonografi obstetrik biasa digunakan ketika masa kehamilan.