Kamar Bersalin - :: Charitas Hospital Palembang

 

Kamar Bersalin

Di Indonesia, pengawasan dan penilaian kamar bersalin dilakukan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), serta menjadi acuan dalam pemberian izin operasi rumah sakit.

Kebutuhan yang harus dipenuhi untuk sebuah kamar bersalin :

1. Relaksasi. Menyediakan kursi yang nyaman dan rak untuk minyak pijat/aromaterapi ; Furniture bebas noda dan mudah dibersihkan ; Finishing kamar atraktif, 1-2 jendela berpelindung, pajangan/lukisan natural.

2. Ketenangan. Dilengkapi piranti digital sound ; Memiliki sistem kedap atau semi kedap suara antar kamar dan kamar - koridor.

3. Suasana tentram dan privasi. Memiliki jendela bertirai ; Memiliki pintu bertirai dan ruangan penyekat.

4. Kenyamanan Fisik. Ibu tetap pada pembukaan awal, ibu bisa melakukan hidroterapi, misalnya mandi di pancuran atau kolam air, ibu dapat menggunakan alat bantu persalinan (bangku persalinan, bola-bola persalinan, bantal, birth mat, rebozo), akses mudah ke toilet dan ke makanan/minuman ringan.

 

KAMAR BERSALIN PAVILIUN MARIA

Kamar bersalin terdiri dari 5 kamar bersalin standar, 2 kamar bersalin terpisah, 4 raung predelivery standar, dan 2 raung tindakan ginekologi. Melayani berbagai jenis persalinan meliputi persalinan spontan, vakum, forcep, dan Sectio Caesaria (SC). Tindakan ginekologi juga dapat dilakukan untuk jenis tertentu. Untuk proses persalinan Sectio Caesaria (SC) terdapat paket dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

1. Tenaga medis yang profesional. Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter yang memeriksa kehamilan dan akan menangani persalinan. Melahirkan di rumah sakit merupakan pilihan yang palling aman. Umumnya rumah sakit yang memiliki berbagai dokter spesialis yang dapat membantu selama proses persalinan, misalnya : dokter kebidanan untuk melakukan operasi caesar bila persalinan mengalami masalah, atau dokter anak, jika sewaktu-waktu bayi membutuhkan penanganan segera setelah dilahirkan.

2. Fasiltas yang lengkap. Fasilitas medis yang lengkap dapat membantu terutama jika tiba-tiba terjadi kondisi darurat saat persalinan. Kondisi ini dapat berupa bayi lahir prematur, sesak nafas, hipertensi, lilitan tali pusat, atau gangguan plasenta. Untuk menolong kondisi-kondisi tersebut, mungkin dibutuhkan fasilitas khusus seperti NICU dan kamar operasi.

3. Kenyamanan Fisik. Pada saat proses persalinan (normal) pasien dapat didampingi oleh suami atau keluarga terdekat.

4. Pemantuan setelah Persalinan. Anda bisa mendapat pemantauan selama masa istirahat setelah melahirkan, sehingga membantu dalam penyesuaian dan perawatan pasca persalinan.

5. Penanganan bayi yang optimal. Bayi baru lahir bisa mendapat penanganan langsung dari dokter spesialis anak dan dapat dirawat di ruang rawat khusus bayi. Hal ini sangat penting terutama bayi yang membutuhkan penanganan khusus, mulai dari bayi yang lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah, hingga bayi dengan kelainan kongenital. Selain itu, perawat di rumah sakit dapat membantu untuk memberikan inisiasi ASi pada bayi dan penggalangan ASi eksklusif. Pasca bersalin, ibu dan keluarga diberikan edukasi tentang cara memandikan bayi (bila dibutuhkan) serta perawatan tali pusat.