Artikel :: Charitas Hospital KM 7

 

Artikel

Jika Nyeri Dada Saat Menyetir, Menepilah...

30 September 2019 10:23:12 WIB
 

"Ini harus dirawat pak, gambaran rekam jantungnya ada jaringan yang mati di jantung akibat sumbatan pembuluh darah kororer." Kataku pada seorang bapak dengan darah tinggi, kencing manis dan nyeri dada yang tidak terlalu hebat, hanya sesekali seperti dicubit-cubit 10-15 menit.

"Wah, bisa rawat jalan enggak,dok? Masalahnya saya ke sini dengan istri saya dan istri tidak bisa nyetir mobil, sementara anak-anak di luar kota." Kata si bapak kebingungan.

"Maksud bapak mau pulang bawa mobil ke rumah dengan ibu ikut di dalam mobil?" Tanya saya.

"Begitulah kira-kira dok."

"Waduh, jangan pak. Kalau tiba-tiba bapak serangan jantungnya menghebat dan lemas atau kejang, bapak bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain di jalan raya." Kataku menjelaskan bahwa kondisi si pasien malah lebih berbahaya daripada mengendarai mobil saat mengantuk atau mabuk.

Dan kalaupun si bapak mau pulang, saya sarankan naik taksi dan mobilnya dijemput orang lain saja. Akhirnya setelah dijelaskan bahayanya si bapak mau dirawat dan ternyata setelah dicek laboratoriumnya enzim jantungnya sangat tinggi demikian juga kolesterolnya.

Pada pasien diabetes melitus, terkadang saraf-sarafnya kurang sensitif terhadap nyeri, jadi sumbatan di jantung dirasakan tidak sehebat orang yang tanpa diabetes melitus. Sebagian menganggapnya pegal linu biasa dan hanya mau berobat karena dipaksa istrinya atau keluarga lainnya.

Yang menarik adalah seringnya nyeri dada ini dialami saat menyetir mobil atau motor. Nah, kondisi ini dapat membahayakan sekali kalau terjadi di lalu lintas yang ramai. Orang yang menderita serangan jantung hebat bisa kejang karena kesakitan dan langsung lemas. Kendaraan yang dikemudikan pasti tidak dapat terkendali.

Herannya, beberapa pasien saya yang pernah kena serangan jantung dan stroke masih tetap diberikan SIM A/C oleh kepolisian walaupun terkadang kontrolnya tidak teratur. Malah ada yang profesinya supir bus antar propinsi dan pernah sesak napas di tengah jalan.

Maka, jika anda penderita diabetes melitus, jantung, hipertensi dan sering mengalami nyeri-nyeri dada, segeralah menepi jika ada gejala tersebut dan beristirahat sejenak. Bila nyerinya hilang segeralah ke gawat darurat rumah sakit terdekat, tetapi bila nyerinya tidak berkurang, segera telepon keluarga, teman atau orang di sekitar untuk membawa anda ke rumah sakit.

Jadi jangan hanya menepi kalau sedang mengantuk, tetapi juga kalau nyeri dada.

Semoga bermanfaat!

 

sumber : https://www.kompasiana.com/posmasiahaan/5528f3436ea83451468b45db/jika-nyeri-dada-saat-menyetir-menepilah

img
17 Apr2020

Apa itu Hemofilia?