Artikel :: Charitas Hospital KM 7

 

Artikel

"Kenali Stres dan Bebaskan Diri Anda Dari Stres"

10 Juni 2015 13:53:00 WIB
 

Faktor kunci dari stres adalah persepsi seseorang dan penilaian terhadap situasi dan kemampuannya untuk menghadapi atau mengambil manfaat dari situasi yang dihadapi. Stressor yang sama dapat dipersepsi secara berbeda, yaitu dapat sebagai peristiwa yang positif dan tidak berbahaya, atau menjadi peristiwa yang berbahaya dan mengancam. Sumber stres atau penyebab stres disebut sebagai stresor.

 

Sumber-sumber stres dapat disebabkan oleh (1) stresor fisik berasal dari luar diri individu, seperti suara, polusi, radiasi, suhu udara; (2). stresor psikologis tekanan dari dalam diri individu biasanya yang bersifat negatif seperti frustasi, kecemasan (anxiety), rasa bersalah, kuatir berlebihan, marah, benci, sedih, cemburu, rasa kasihan pada diri sendiri, serta rasa rendah diri; (3) stresor sosial yaitu tekanan dari luar yang disebabkan oleh interaksi individu dengan lingkungannya. Banyak stresor sosial yang bersifat traumatik yang tak dapat dihindari, seperti kehilangan orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, perceraian, masalah keuangan, pindah rumah dan lain-lain.

 

Gejala-gejala stres dapat dikenali melalui: fisik, emosi, intelektual, interpersonal; (1) gejala fisik seperti: sakit kepala, pusing, tidur tidak teratur: insomnia (susah tidur), sakit punggung, terutama di bagian bawah, mencret-mencret dan radang usus besar, tekanan darah tinggi atau serangan jantung, dll. Gejala emosional: gelisah atau cemas, sedih, depresi, mudah menangis, merana jiwa dan hati / mood berubah-ubah cepat, mudah marah, emosi mengering atau kehabisan sumber daya mental (burn out), dll; (2) gejala intelektual: pelupa, pikiran kacau, daya ingat menurun, melamun secara berlebihan, sulit membuat keputusan, susah berkonsentrasi atau memusatkan pikiran, dll. (3) gejala interpersonal: kehilangan kepercayaan kepada orang lain, mudah mempersalahkan orang lain, suka mencari-cari kesalahan orang lain atau menyerang orang dengan kata-kata, dll.

 

Dari berbagai emosi yang ada, emosi yang biasa menyertai stres adalah: (1) rasa takut, (2) rasa sedih (despression), dan (3) rasa amarah. Stres bisa merupakan tanggapan tubuh menyeluruh, stres juga mempengaruhi perilaku orang yang mengalaminya. Perilaku bisa konstruktif, membangun, dan baik. Stres dapat mendatangkan penyakit, baik secara langsung (direct) maupun tidak langsung (indirect). Penyakit lain yang diakibatkan oleh stres adalah penyakit yang datang karena kurang bekerjanya sistem kekebalan tubuh (immune system). Emosi memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan fungsi kekebalan. Stres yang disertai emosi, terutama kecemasan dan kesedihan yang serius, dapat merusak sistem kekebalan seseorang dan membuatnya tak berfungsi. Bila sistem kekebalan terganggu, berbagai penyakit mudah menjangkitinya. Misalnya, penyakit paru-paru atau penyakit kanker yang cepat mengganas. Penyakit lain yang disebabkan oleh stres adalah penyakit psikosomatis (psychosomatic illnesses) atau gangguan psikofisiologis adalah penyakit atau gejala sakit yang diakibatkan oleh proses psikologis dan fisiologis yang saling mengkait.

 

Dalam mengatasi stres, Anda dapat memiliki berbagai pilihan aktivitas, misalnya: liburan, baik secara individu maupun bersama keluarga, olahraga, yoga, meditasi dan melakukan hobi. Tertawa, dengan tertawa dapat membuat kita terlihat lebih segar. Mempengaruhi sistem tubuh, di mana otot tubuh menjadi lebih santai. Perlu diketahui bahwa tubuh mengeluarkan hormon neuroendocrine ketika sedang stres, sebaliknya ketika tertawa tubuh mengurangi hormon tersebut sehingga tubuh akan terasa lebih rileks.

 

Oleh karena itu, marilah kita banyak tertawa dan tersenyum mulai saat ini. Kenalilah keuntungan yang muncul jika Anda tertawa. Kesehatan akan membaik, hubungan dengan orang lain juga meningkat, dan satu hal yang penting stres dapat menurun.**

img
17 Apr2020

Apa itu Hemofilia?